Friday, August 26, 2011

Kabut I : Rahasia Perjalanan Malam




Kabut I : Rahasia Perjalanan Malam

Suatu malam sekitar pukul 11 malam dalam keadaan hujan angin yang mulai
mereda, aku dan istriku dalam kendaraan merasakan kedinginan.

Sialnya, tiba-tiba ban kendaraanku kempis, sehingga dengan terpaksa aku
menghentikan kendaraan dan aku memaksakan kendaraanku berhenti di depan
sebelah kiri sebuah warung yang kebetulan masih buka.

Segera setelah turun, akupun mulai mengganti ban yang kempis, sementara
istriku masih di dalam kendaraan…
Mungkin entah hawa dingin yang menggigit sehingga perutkupun melilit lapar
dan rasa lapar itu juga dirasakan istriku.
“Mas, aku lapar …. Ke warung itu dulu, yaa…”kata istriku yang malam itu
mengenakan blouse ketat dan tampak olehku payudara montok nya yang
berukuran 36C menantang.

“Setelah ini selesai, dik..”kataku
“Aku lapar banget nich….”katanya dan akupun tak melarang istriku menuju
warung itu, karena ku pikir aku dapat melihat dari tempat aku mengganti
ban kendaraanku.
Kulihat pula, saat istriku di pintu warung lekuk tubuh dan pinggul istriku
tercetak jelas dan bahkan rok klok elastis ketat di pinggul tampak
menerawang sehingga paha padat dan selangkangan istriku tampak jelas
Sekitar 15 menit kemudian aku selesai, dan aku menuju warung itu.
Aku celikukan masuk ke dalam warung itu, saat kulihat istriku tak ada di
dalam, hanya penjaga warung tua sekitar 70 tahunan dan seorang lelaki tua
berambut gondrong berumur sekitar 60 tahunan dengan memakai ikat kepala.

“Minum apa, mas?”kata penjaga warung tua itu
“Kopi, pak..”jawabku sambil mataku nanar mencari cari kemana gerangan
istriku.

Aku hanya diam, saat lelaki tua berambut gondrong dan memakai ikat kepala
itu duduk di sebelahku, aku tersenyum, dan tak lama penjaga warung tua itu
memberikan secangkir kopi kental panas.

“Pak, maaf… Bapak tidak melihat…
“Oooo itu istri mas?”kata lelaki tua berambut gondrong di sebelahku sambil
menepuk pundakku.

Setelah tepukan itu, tubuhkupun menggigil sejenak dan hatikupun serasa
ciut, gilanya nyalikupun ikut-ikutan ciut.

“Mungkin istri mas lagi cebok…”katanya sambil memandang tajam padaku.
Nyalikupun menghilang entah kemana, dan aku hanya terlonggong saat lelaki
tua itu meneruskan bicaranya yang begitu menyakitkanku.

“Istri mas suka cebok sendiri atau diceboki?”katanya dengan senyum yang
mencibir dan tangannya menarik tangan kananku.
“Yok kita lihat istri mas yang sedang cebok….”katanya dan seperti kerbau
dicocok hidungnya aku mengikuti lelaki tua berambut gondrong dengan ikat
kepala itu ke dalam warung dari bambu itu.

Lelaki tua itu menarikku ke sebuah bilik kecil yang gelap dan menyuruhku
duduk di sebuah bangku menghadap dinding bambu itu yang mempunyai cela itu
sehingga sinar dari bilik di sebelahnya masuk.
Belum sempat aku berpikir
“Mau lihat istrimu cebok, mas..?”katanya sambil mendorong kepalaku ke arah
celah itu dan deeeeer…….. seperti petir di siang bolong….aku begitu tak
percaya….

Istriku yang mungil dengan tinggi 155 cm dan usianya yang 40 tahun,
istriku masih tampak 6 tahun lebih muda dari usia sesungguhnya karena
rambutnya yang dipotong pendek juga sifatnya yang supel dan enerjik
Istriku yang dikenal sebagai wanita terhormat dan agak mirip-mirip bintang
blue film Hong Kong yang sexy itu.

Mataku serasa lepas saat kulihat istriku tengah berdiri di depan seorang
lelaki tua kepala botak yang duduk di ranjang bambu berumur antara 60 – 70
tahun seperti penjaga warung dan lelaki tua yang mengajakku ke kamar
dimana aku disuruh duduk seperti seorang pesakitan yang terjerat ratusan
pasal yang memberatkan hukumanku.

Lelaki tua botak itu tengah melotot melihat istriku yang tidak berdiri
saja, melainkan tangan kiri istriku memegang bagian depan rok klok elastis
ketat di pinggul sehingga selangkangan istriku dengan bulu kemaluan yang
lebat tersingkap jelas di depan mata rabun lelaki tua itu.

“Cepaaat gosok tempikmu, Jeng Yati …..”kata lelaki tua botak itu dan
menyebut nama istriku dan aku semakin tertegun saat kulihat tangan kanan
istriku dengan cepat menggosok-gosok bibir vagina nya sendiri dan kudengar
istriku mendesis-desis dengan mata terpejam dan tak lama kemudian kudengar
suara kecepak dari arah selangkangan istriku.
Aku semakin bergidik saat suara kecepak lendir vagina istriku keras
menandakan nafsu istriku sudah memanas, dan aku tak habis pikir karena
setahuku selama ini istriku tak pernah melakukakan menggosok-gosok
selangkangan nya sendiri.

“Buka tempikmu, Jeng Yati ….”kata lelaki tua botak itu memerintah istriku
dan aku melihat jelas bagaimana jari-jari istriku membuka lebar bibir
vagina nya sehingga tampak jelas liang vagina berwarna pink terkuak lebar.

“Lepas……”
“Bukaaa…Jeng Yati …. Lepas…. Buka ….”perintah lelaki tua berkepala botak
itu dan desahan berat nafas istriku semakin keras dan bunyi kecepak lendir
vagina istriku semakin jelas terdengar di bilik bambu itu.

“Sekarang elusi itilmu, Jeng Yati …”perintah lelaki tua berambut gondrong
itu dan istriku pun benar-benar mengelus kelentit nya sendiri disertai
erangan
“Mbbbbaaaaaaaaacchhhhhhh……..”desis istriku dan pantat bahenol mengelinjang
karena elusan jari tangannya sendiri ke kelentit istriku.
“Ayo gosok cepat itil mu Jeng Yati …… cepaat Jeng Yati ….”perintah lelaki
tua botak itu dan erangan dan desisan istriku pun memenuhi bilik bambu itu

“Mbaacch …mbaaachhh … mbaaaacghhhh …..”istriku merintih dan mendesis saat
jari tangan istriku sendiri menggosok-gosok kelentit nya dan tak ayal lagi
pantat bahenol istriku dan selangkangan istriku bergoyang keras seperti
penyanyi dangdut terkenal.
“Aduuch mbaah ….aducch mbaaah …zzzuuuuamikuuuu …mbaaaghhh … akuu ….
Nggaaaak tahaaaan mbaaaaaacgghhhh …..mbaaaaaaaaaaaaaaaaghhhhhhh …. “
“Cepaat Jeng Yatiiiiii…..Cepaaat ……” teriak lelaki tua berkepala botak
seolah suporter yang memberikan dukungan pada idolanya dan
“Mbbbbaaaaaaaaaacccghhhh akuuuuuu ….. keluaaaarr ….. Ngngngngngng
……..”istriku mengerang keras disertai pantat bahenol istriku yang
tersentak-sentak tak karuan saat orgasme nya meledak.
Istriku seorang wanita terhormat, dan kulihat baru kali ini melakukan
masturbasi bukan di depan suaminya tapi di depan lelaki tua berkepala
botak, yang selayaknya jadi kakeknya, dan aku tak tahu asal usul dan dari
kelas ekonomi yang berbeda dariku dan istriku.

Sejenak aku berpikir seperti itu, dan aku melihat istriku limbung dan
dengan cepat lelaki tua berkepala botak beruban itu dengan sigap memeluk
tubuh istriku yang limbung…

Kedua mata lelaki tua berkepala botak beruban itu nanar menjelajahi
gundukan payudara montok istriku yang masih terbungkus blouse ketat dan
aku semakin tertegun saat kutahu istriku hanya mengenakan BH tipisnya
sehingga kedua puting susu istriku tampak mencuat dari balik blouse ketat
nya….
“Mbbaaacchhh zzuuudaaaachhh …. Zuuuuamikuuuu naanti ke siiiniii….”desis
istriku menghiba dengan kedua mata terkatup…..

“Diaam ….. suamimu sudah tak berkutik ….sudah diurus anak buahku
….”katanya sambil mendudukkan istriku yang sudah loyo di ranjang bambu di
sebelah kirinya..
“Mbaaaah…..”istriku mendesih jari-jari tangan kanan istriku meremas
pergelangan lelaki tua berkepala botak beruban itu saat kulihat jari-jari
tangan lelaki tua yang besar-besar itu tengah mengelus-elus bergantian
kedua puting susu istriku yang mencuat dari balik blouse ketat nya.
“Zzzuudaaach mbaaaah …”istriku mendesis dan lelaki tua berkepala botak
beruban itu tak mengindahkan desisan istriku bahkan jari-jari tangan kanan
lelaki tua yang besar-besar itu malah memelintir sambil menarik-narik
puting susu sebelah kanan istriku … tidak itu saja tangan kirinya yang
memeluk istriku yang loyo itupun menyusup diantara ketiak kiri istriku dan
jari-jari tangan kiri lelaki tua yang besar-besar itu ikut pula memencet,
memelintir sambil menarik narik puting susu kiri istriku …..

“Mbaaaah .. zzudaaah mbaaaah … heeeh … oooccghh …mbaaaah …..”istriku
mendesis desis dan lelaki tua itupun sudah merasa telah menguasai istriku
dan jari-jari tangan kanan lelaki tua yang besar-besar itu dengan cepat
melepas satu per satu kancing blouse ketat istriku dan gundukan payudara
montok istriku yang seolah akan tumpah keluar dari BH tipisnyapun membuat
jakun lelaki tua berkepala botak beruban.

Dengan satu tarikan terputuslah tali BH istriku dan terkuallah kedua
payudara montok istriku dengan kedua puting susu hitam sebesar kelingking
menjulang kaku…..
“Mbaaaaaaaaaaacccghhhhh ….. “istriku mengerang saat dengan kasarnya kedua
tangan lelaki tua berkepala botak beruban itu meremas-remas kedua payudara
montok istriku dan jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu tanpa
ampun memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam
sebesar kelingking …..
Kedua tangan istriku hanya dapat memengang pergelangan tangan lelaki tua
berkepala botak beruban itu tanpa perlawanan, dimana nafsu istriku sudah
menguasai dirinya
Kedua mata istriku sayu memandang ke depan …

“Pentilmu besar, Jeng Yati ….. mbah suka pentil besar …”katanya diantara
dengusan nafas tuanya dimana mulut ompongnya melumat telinga kanan
istriku, leher istriku yang mengerang, mendesah dan mendesis merasakan
kesakitan dalam nikmat saat bersamaan kedua tangan keriput itu
meremas-remas payudara montok istriku secara kasar dan seolah tanpa
kasihan memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam
sebesar kelingking yang menegang kencang…..

Aku begitu tertegun, istriku yang selama ini aku perlakukan dengan lembut
malah mengerang dan mengkangkangkan kedua kakinya oleh ulah kasar lelaki
tua berkepala botak beruban itu…

Tanpa malu lagi jari-jari tangan kiri istriku menggosok-gosok selangkangan
nya di daerah bibir vagina nya sendiri dan bahkan dengan jari-jari tangan
kanan istriku menguik uik dan menggosok-gosok kasar kelentit nya sendiri
sehingga bilik bambu itu ramai oleh erangan istriku yang sudah tak
terkendali lagi dan
“Mbbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaggghhhhhhhhh……ngngngngngngngng ……..”kembali
istriku mengejan keras disertai pantat bahenol istriku tersentak-sentak
tak karuan melepas derita nafsu birahinya saat mencapai orgasme kedua nya
malam itu….

Tubuh sexy istriku yang letoy lemas itu melorot bersandar di dada lelaki
tua berkepala botak beruban itu, rok klok elastis ketat di pinggul tak
lagi pada tempatnya tersingkap memamerkan selangkangan dan bulu kemaluan
yang lebat nya …. Sedangkan kedua payudara montok ber puting susu hitam
sebesar kelingking sudah terkual naik turun oleh nafas nya yang
mendengus-dengus tak beraturan….
Lelaki tua berkepala botak beruban itu rupanya cukup kuat menopang tubuh
lunglai istriku, yang biasanya tertidur sesaat setelah orgasme kedua nya
meledak, dan tangan keriput itu langsung mengerayangi selangkangan istriku


“Zzzuddaaaaaaghh mbaaaaah akuuuu caaapaaaaiiiiii ……”rintih istriku dan
lelaki tua berkepala botak beruban itu semakin mendekati selangkangan
istriku dan
“Mbaaaaaaccchhhh …… “istriku mengerang saat kulihat jari-jari tangan
lelaki tua yang besar-besar itu menggosok-gosok kelentit istriku dan

“Eeeeeeggggghhhhhhh ….”istriku melenguh saat kulihat jari telunjuk besar
lelaki tua berkepala botak beruban itu menerobos liang vagina istriku yang
sudah dibanjiri lendir vagina akibat dua kali orgasme berturut-turut…

“Aaamfffuuun mmbbaaaah … oocghh .. occgghhh … oocccgghhh … zzzz …zzzz ….
Giiilaaaaa…. Mbaaaagghhhhffffff …..mbaaggh … aaaaamfuuunnnnnzzzz gghhhh….”

Istriku mengerang-erang seperti orang kesakitan tetapi erangan itu berubah
“Mmbbaaaagggh …. Gilaaaaa …. Ennnaaaaaaccggghhhh ….zzzuuaaaamikuuuu …
gaaaak peerrnaaaagghhh …. Mbaaagghh … koook .. dikoreeeegggghhh
koreeeegghhhhzzzz …”
Kedua matakupun tertuju ke selangkangan istriku dan benar jari telunjuk
besar lelaki tua berkepala botak beruban itu tengah mengkorek-korek liang
vagina istriku seolah ada sesuatu yang tertinggal di dalam liang vagina
istriku atau tepatnya lelaki tua berkepala botak beruban itu mengetahui
liang vagina istriku sedang kegatalan….

Kini ketiga jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu telah masuk
ke liang vagina istriku yang sudah histeris keenakan, jari-jari tangan
lelaki tua yang besar-besar itu itu bukan saja mengkorek-korek liang
vagina istriku bahkan menggaruk-ngaruk liang vagina istriku sehingga
istriku mengangkat pantat bahenol nya ….
Tangan kanan istriku hanya memegang erat pergelangan tangan lelaki tua
berkepala botak beruban yang bergerak cepat, menggaruk-ngaruk liang vagina
istriku yang menggelinjang tak karuan dan selangkangan istriku menuruti
gerakan garukan lelaki tua berkepala botak beruban itu, sementara itu
kedua kaki istriku mengejang kejang kaku dan melemah dan paha padat
istriku mengapit kencang dan melemah tangan lelaki tua berkepala botak
beruban itu….

“Mbbbbbbaaaaaaaaaaaaaaaaagggghhhhh…… ngngngngngngngngngng …….”istriku
mengejan keras dan kedua kaki nya mengejang disertai pantat bahenol
istriku tersentak-sentak tak karuan saat orgasme ketiga istriku tak dapat
dibendungnya lagi…..

Aku hanya dapat berpikir kenapa istriku begitu terangsang hebat? Kenapa
istriku mau melayani lelaki tua berkepala botak beruban yang tak dikenal
istriku ? Kenapa istriku mau diperlakukan kasar? Mengapa istriku ? Mengapa
dan mengapa?

Yang jelas istriku dapat mencapai 3 kali orgasme dalam waktu kurang dari 1
jam…..

“Enak Jeng Yati ?”kata lelaki tua berkepala botak beruban itu
“Enaaghh mbaah….”desis istriku sementara pantat bahenol nya masih
tersentak-sentak kecil merasakan kenikmatan orgasme ketiganya.

“Aku suka jembut lebatmu Jeng Yati ….. apalagi ini …..”kata lelaki tua
berkepala botak beruban itu sambil meremas-remas kasar payudara montok
istriku
“Kubikin air susu Jeng Yati keluar he he …..”katanya terkekeh kekeh dan
“hap” mult ompong keriput itu melahap payudara montok kiri istriku
kemudian sambil memonyongkan mulut ompong keriputnya mengelamuti puting
susu hitam sebesar kelingking kiri istriku dan lidah panjang nya menjilati
puting susu hitam sebesar kelingking kiri istriku

“ooogghhh mbaaaaaaah aaaaiiiiir zzzuuzzuuuuukuuuuuu…….”istriku
mendengus-dengus dan “zzzzzeeerrrr” air susu istriku memancar keras ke
lantai… belum istriku tersadar kembali … Lelaki tua berkepala botak
beruban itu sudah mencaplok payudara montok kanan istriku dan menjilati
puting susu hitam sebesar kelingking kanan istriku dan “zzzeeerr” kini
kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku memancarkan air susu
dengan keras nya……

Aku tertegun saat lelaki tua berambut gondrong, yang tadi membimbingku di
bilik kamar tempatku mengintip, sudah masuk ke bilik dimana istriku yang
masih terbengong melihat kedua puting susu hitam sebesar kelingking
memancarkan air susunya secara deras, memasuki kamar itu….

“Jeng Yati mulai detik ini … Jeng Yati akan merasakan gatal minta diisap
puting susu mu sama lelaki selain suamimu… he he …..”katanya terkekeh dan
langsung melahap payudara montok kanan istriku dan lelaki tua berkepala
botak beruban itupun tak kalah gesit melahap payudara montok kiri istriku
……

Kini kulihat seperti dua orang bayi kehausan kedua lelaki tua itu
menghisap dan mengempot kedua payudara montok istriku sementara itu
istriku hanya dapat memegang erat kedua kepala lelaki tua itu karena
merasakan kegatalan yang amat sangat di kedua puting susu hitam sebesar
kelingking nya oleh hisapan dan sedotan kedua lelaki tua itu….

Belum hilang bingungku, kulihat tangan kedua lelaki tua itu mengerayangi
selangkangan istriku dan
“Ooooooggghhhhhhh …..”istriku melenguh panjang dengan kedua mata tertutup
dan menengadahkan kepalanya saat jari telunjuk besar kedua lelaki tua itu
menusuk dan masuk ke liang vagina istriku .

Pemandangan yang mencengangkan kulihat jari telunjuk besar kedua lelaki
tua itu berebut dengan ganasnya menusuk, mengkorek-korek dan mengocok
liang vagina istriku sambil dengan kasar menghisap dan mengempot kedua
payudara montok istriku …. Menggigit gigit kedua puting susu hitam sebesar
kelingking istriku …..

Tubuh istriku limbung, nafas istriku mendengus-dengus seperti banteng yang
terluka, blouse ketat nya basah oleh keringatnya ….kedua kaki istriku
mengejang kencang ….. pantat bahenol bergoyang tak karuan oleh kedua jari
telunjuk besar kedua lelaki tua yang berebut tempat mengocok,
menggaruk-ngaruk, mengkorek-korek liang vagina istriku dengan ganas dan
begitu kasarnya….

“Mmmmbbbaaaaaaaaaaaaaaaccchhhhhhh ngngngngngng ……..”istriku mengerang
keras dan mengejan …..tubuhnya bergetar hebat, pantat bahenol istriku
tersentak-sentak tak karuan dan kedua kakinya mengejang kaku tangannya
menekan keras kepala kedua lelaki tua itu ke kedua payudara montok nya
saat orgasme ke empatnya malam itu meledak dan serasa oleh menghancurkan
dan meloloskan tulang-tulangnya….. sehingga tubuh istriku yang mengejang
kuat kemudian melemah dan lemas sampai kepalanya tertunduk lemah ke depan
dan limbung sementara itu kedua lelaki tua itu terus menghisap dan
menyedot kedua payudara montok istriku sampai air susu istriku habis dan
melepas tubuh istriku yang langsung terbanting ke ranjang bambu itu dengan
blouse ketat yang tak terkancing dan rok klok elastis ketat di pinggul
yang tersingkap sehingga selangkangan nya yang ditumbuhi bulu kemaluan
yang lebat terpampang di depan lelaki tua yang sudah berdiri melepas
celana pendek komprangnya……

Mataku seakan terlepas melihat kedua batang kemaluan seperti botol sprite
tengah tegak berdiri minta direndam dan di lemaskan di dalam liang vagina
istriku yang basah kuyup oleh lendir vagina nya …..

Lelaki tua berambut gondrong itu memegang kedua pergelangan kedua kaki
istriku dan kemudian menarik kedua kaki istriku sehingga pantat bahenol
istriku tepat di pinggir ranjang bambu itu kemudian lelaki tua berambut
gondrong itu mengangkat dan mendorong kedua pergelangan kaki istriku
sehingga kedua kaki istriku dengan paha padat nya terkangkang lebar dan
selangkangan istriku tepat di pinggir ranjang bambu itu…. Tampak bibir
vagina istriku telah terbuka yang sudah basah oleh lendir vagina istriku
dan liang vagina istriku berwarna pink tampak terbuka …..

Lelaki tua berambut gondrong itu pun mendekatkan kepala jamur nya yang
besar itu ke arah liang vagina istriku dan
“Mbaaaaagghhhhhhhhh….”istriku melenguh saat kepala jamur itu menempel dan
langsung berusaha menjejali liang vagina istriku dan tubuh lelaki tua
berambut gondrong itu kini sudah diantara kedua paha padat istriku dan
begitu lelaki tua berambut gondrong itu membuka lebar bibir vagina istriku
dengan jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu dan tangannya
memebgang batang kemaluan seperti botol sprite nya … maka kedua kaki
istriku pun terlepas dan terkulai di lantai…..

Rupanya lelaki tua berkepala botak beruban itu tahu maksud boss nya dan
dia menaiki ranjang bambu itu dengan kedua lututnya dan mengkangkangi
tubuh istriku berhadapan dengan boss nya sehingga pantat kerempeng lelaki
tua berkepala botak beruban berada tepat di wajah letoy istriku ….
Sementara itu, kedua tangan istriku ditekan oleh kedua betis lelaki tua
berkepala botak beruban , sehingga praktis istriku tak dapat bergerak ….

Lelaki tua berkepala botak beruban itu menarik kedua lipatan lutut istriku
sehingga kedua kaki istriku terkangkang lebar dan selangkangan istriku
yang ber bulu kemaluan yang lebat itu terpampang dan dengan mudahnya
lelaki tua berambut gondrong itu dengan mudah membuka lebar bibir vagina
istriku sehingga liang vagina istriku berwarna pink itu ikut terkuak lebar
yang selanjutnya kepala jamur besar lelaki tua berambut gondrong itu
menempel di pinggiran liang vagina istriku …..

“setelah kamu rasakan kontolku……kau jadi perempuan gatal Jeng Yati ….tak
puas dengan suamimu ….. Jeng Yati ingin kontol kontol lain selain suamimu
ha ha……”
“Jangaaaan mbaaaah ……”isak istriku saat lelaki tua berambut gondrong itu
berkata, mungkin istriku berpikir tak mau jadi istri gatal yang selalu
ingin dijejali batang kemaluan selain batang kemaluan ku

“Suaaamikuuuuu …..”
“hehe he ….. suamimu akan takluk padamu Jeng Yati he he ….” Katanya dan

“Mbaaaaaaaaaaggggghhhhhh ………”istriku melenguh panjang saat lelaki tua
berambut gondrong itu menekan hingga masuk kepala jamur nya ke liang
vagina istriku dan begitu lelaki tua berambut gondrong itu melepas kuakan
bibir vagina istriku maka tampak bibir vagina istriku menggelembung oleh
desakan kepala jamur lelaki tua berambut gondrong itu….
Saat itu, aku tak dapat berpikir bagaimana nanti bentuk bibir vagina
istriku jika batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut
gondrong itu menjejali liang vagina istriku …..

“Ngngngngngngngnghhhhhhhhhhhhzzzz……. Amfuuuuuuuuuuuunn………”rintih istriku
keras saat lelaki tua berambut gondrong itu menekan batang kemaluan
seperti botol sprite nya menjejali liang vagina istriku dan bukan lagi
menggelembung ….. bibir vagina istriku tampak terikut masuk ke dalam oleh
jejalan batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut gondrong
itu…..

“Aaaamfuuuuuuuuuuuun ….. mmmmmmbaaaaaaaaaccccccchhhhhhhhzzzzz …..
zzzzzaakiiiiiiit ….mbbaaaaaaaaaaagghhhh ….” Istriku mengerang kesakitan

Tapi tampaknya lelaki tua berambut gondrong itu tak memperhatikan erangan
istriku yang lunglai dan tubuhnya tak dapat bergerak karena kedua tangan
nya ditekan betis lelaki tua berkepala botak beruban dan kedua lipatan
lutut istriku dipegang erat oleh lelaki tua berkepala botak beruban ….

“Aaamfuuuuun mbaaagghhh ….. zzzzzudddaaaaagghhh …..”istriku mengerang dan
tanpa sadar istriku yang hanya dapat menggerakkan kepalanya ….. mengangkat
kepalanya dan tanpa sengaja wajah istriku pun langsung menempel ke
selangkangan lelaki tua berkepala botak beruban itu dan kesempatan itu tak
disia siakan oleh lelaki tua berkepala botak beruban itu untuk menurunkan
pantatnya dan kini lelaki tua berkepala botak beruban itu menggosok-gosok
lubang anus dan buah pelirnya ke wajah istriku ..

Lelaki tua berambut gondrong itu pun mendesakkan semakin dalam batang
kemaluan seperti botol sprite nya ke liang vagina istriku sehingga bibir
vagina istriku semakin terikut masuk melipat ke dalam liang vagina istriku
….

“mmmbbbbbbb … bbbb … bbb….. bbbb … “kini suara istriku berubah oleh
desakan batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut gondrong
itu menjejali liang vagina nya sementara itu mulutnya tertekan oleh buah
pelir dan hidungnya mengelus-elus lubang anus lelaki tua berkepala botak
beruban ….

Baru setengah masuk dan mungkin karena sesak lelaki tua berambut gondrong
itu menarik keluar batang kemaluan seperti botol sprite nya keluar sampai
hanya kepala jamur nya yang tertinggal di liang vagina istriku dan lelaki
tua berambut gondrong itu memajumundurkan batang kemaluan seperti botol
sprite nya ..

“MMbbb mmmbbbb ….” semakin gencar desisan istriku yang tertutup buah pelir
lelaki tua berkepala botak beruban itu saat lelaki tua dengan cepatnya
memajumundurkan batang kemaluan seperti botol sprite yang hanya separuh
masuk di liang vagina istriku dan aku baru teringat kalau istriku paling
suka batang kemaluan ku separuh jalan mengocok liang vagina nya karena
kata istriku G spot nya bergesekan dengan kepala jamur dan batang kemaluan
ku…
Terngiang desisan istriku saat G spotnya tergelitik dan hanya beberapa
menit biasanya istriku orgasme …..

Sedangkan kini, liang vagina istriku tengah dijejali batang kemaluan
seperti botol sprite yang ber kepala jamur lebih besar dari punyaku …. Aku
tak bisa merasakan bagaimana nafsu istriku melambung tinggi oleh gesekan
antara kepala jamur dan batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua
karena pasti gesekan itu semakin kuat ke G Spot istriku karena topi baja
dan batang kemaluan lebih besar dari punyaku….

Belum sempat aku berpikir lebih lanjut
“Mmmmmmmmmbbbbbbbzzzzzzzz…….”istriku mendesis dan “croook crook…” kudengar
lendir vagina istriku semakin banyak karena orgasme ke limanya…..

“Aaaaammmppppzzzzzz……..”istriku mengerang-erang saat lelaki tua berambut
gondrong menekan kuat menjejalkan liang vagina istriku sampai seluruhnya
masuk sehingga bibir vagina istriku pu terikut masuk dan mulut istriku
juga sudah dijejali buah pelir lelaki tua berkepala botak beruban itu…

Aku hanya bisa melihat bagaimana bibir vagina istriku terlipat lipat
keluar masuk saat batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut
gondrong keluar masuk mengaduk aduk di semua dinding liang vagina istriku
yang terbuka maksimal karena besarnya batang kemaluan seperti botol sprite
lelaki tua berambut gondrong itu….

Sehingga tampak dari tempatku mengintip bagaimana kedua lelaki tua itu
mengejai istriku yang berkelejot setidaknya istriku dua kali lagi mencapai
orgasmenya…. Sampai akhirnya lelaki tua berambut gondrong itu menghujam
dalam dan pantatnya tersentak menekan nekan semakin dalam ke liang vagina
istriku saat air maninya menyembur di dalam liang vagina istriku sehingga
berbunyi “prreeeeet preeet” saat sebagian air maninya berbalik keluar
diantara sela sela liang vagina istriku dan desakan batang kemaluan
seperti botol sprite nya di liang vagina istriku …..

Entah berapa kali istriku orgasme kembali, saat mereka bertukar tempat,
dimana lelaki tua berkepala botak beruban kini tengah menyetubuhi istriku
tak kalah brutalnya….. sehingga tampak bagaimana istriku yang dalam posisi
tertelentang dengan kedua lipatan lututnya ditarik ke atas sehingga seolah
istriku sedang jongkok, dan selangkangan tepat di pinggir ranjang bambu
sehingga kedua lelaki tua itu dengan mudah menjejalkan dan mengobok-obok
setiap senti liang vagina dan dinding rahin istriku yang terus
mengerang-erang dan mendesis-desis disertai nafsu istriku yang tak
terkontrol seperti seorang pelacur jalanan dengan kata-kata kotor yang tak
pantas disebutkan oleh wanita terhormat.
Mulut istriku hanya mendesis-desis saat buah pelir dan yangmengherankanku,
kedua lelaki tua itulah yang merasakan dan memerawani mulut istriku yang
disumpal buah pelir dan batang kemaluan seperti botol sprite, karena
selama ini istriku menolak mengulum batang kemaluan dan buah pelir ku.
Nafas istriku terdengar mendengus-dengus seperti sehabis berlari kencang
sehingga gundukan payudara montok istriku naik turun disertai keringat
yang membasahi tubuh setengah telanjang istriku.

Aku begitu nelongso melihat bagaimana istriku, seolah seorang pelacur
jalanan, atau seorang gundik mengabdi pada tuannya atau seperti seorang
budak nafsu yang harus melayani tuannya dengan baik tanpa pamrih, melayani
dengan baik kedua lelaki tua itu , menggilir tubuh istriku untuk
melepaskan nafsu syahwatnya yang membuatku akhirnya tak sadarkan diri…
mungkin juga istriku yang digilir oleh kedua lelaki tua itu bergantian
sepanjang malam hingga pagi …..

Aku terbangun dan aku kaget saat kudapati aku dan istriku sudah berada di
mobil….. aku tak habis pikir saat aku melihat sekeliling karena
kendaraanku di pinggir jalan dimana hanya sawah dan pepohonan rimbun di
sekelilingnya dan tak ada warung seperti tadi malam…..

Benarkah kejadian yang kulihat? Aku dapat menjawab saat aku mendekati
istriku … bau air mani laki-laki begitu menyengat dan tampak satu kancing
blouse ketat istriku tak terkancing dan blouse ketat nya hampir tak dapat
menampung kedua payudara istriku semakin montok itu dan kedua puting susu
hitam sebesar kelingking mencuat dari blouse ketat nya karena istriku tak
mengenakan BH tipisnya….

Dengan hati-hati aku menyingkap rok klok elastis ketat di pinggul istriku
dan kutemui selangkangan istriku yang ku tahu ber bulu kemaluan yang lebat
itu kini telah gundul bersih dan tmapak kelentit dan bibir vagina istriku
terpampang yang membuat batang kemaluan tegang….

Akupun menghidupkan mesin dan meninggalkan tempat itu…..

Aku terus bertanya? Benarkah? Istriku juga tak menceritakan malam itu…..
Hanya istriku menjadi genit dan agak seronok dalam berpakaian dimana dia
membeli lebih banyak blouse ketat yang menonjolkan kedua payudara montok
nya dan rok klok elastis ketat di pinggul atau rok span elastis atau
celana panjang ketat yang membuat pantat bahenol nya tercetak jelas…..

Aku tak mengerti ….. hanya di ranjang istriku semakin ganas …. Dan
terlihat dia mulai tak puas denganku…..yang paling banter hanya 2 – 3 kali
orgasme yang dialaminya saat bersetubuh denganku….

Pertanyaan dan demi pertanyaan selalu menghantuiku…. Benarkah kejadian
malam itu?
Hanya sebuah kabut yang menutupi pemandangan indah…



© Karya Pengarang Lain

No comments:

Post a Comment